Memahami Laporan Asurans Keberlanjutan: Panduan dan Ilustrasi IAASB untuk ISSA 5000
Membaca delapan contoh ini sekarang jauh lebih murah daripada membaca laporan asurans dengan pengecualian nanti.
Sebagian besar perusahaan di Indonesia belum pernah menerima laporan asurans atas laporan keberlanjutannya. Dalam beberapa tahun ke depan, keadaan itu akan berubah. ISSA 5000, standar asurans keberlanjutan yang diterbitkan International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB), berlaku untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 15 Desember 2026. PSPK 1 dan PSPK 2 dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) berlaku 1 Januari 2027. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyusun perubahan POJK 51/POJK.03/2017 yang, menurut Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), akan mewajibkan asurans terbatas bagi entitas Kelompok 1 mulai periode 2029. Pada 24 November 2025, IAASB menerbitkan Sustainability Assurance Illustrative Reports, kumpulan delapan contoh laporan asurans sebagai panduan pelengkap ISSA 5000.
Ada empat tonggak yang menentukan kapan perusahaan di Indonesia akan berhadapan dengan laporan asurans keberlanjutan.
Tonggak | Tanggal | Status |
ISSA 5000 berlaku untuk periode yang dimulai pada atau setelah | 15 Desember 2026 | Final, penerapan dini diizinkan |
PSPK 1 dan PSPK 2 (adopsi IFRS S1 dan S2) berlaku efektif | 1 Januari 2027 | Final, disahkan DSK IAI 1 Juli 2025 |
SAKb 5000 (adopsi ISSA 5000 oleh IAPI) | Draf Eksposur terbit 2026 | Masih draf; IAPI mengusulkannya sebagai standar tunggal pada Agustus 2026 |
Kewajiban asurans terbatas bagi entitas Kelompok 1 dalam rancangan perubahan POJK 51/2017 | Periode 2029 (menurut IAPI) | Masih rancangan |
Dua tonggak pertama sudah pasti. Dua tonggak terakhir masih dapat bergeser. Namun arahnya jelas: standar pelaporan berbasis IFRS S1 dan S2 akan berlaku lebih dahulu, lalu disusul kewajiban asurans dengan standar yang mengadopsi ISSA 5000. Perusahaan yang menyusun laporan tahun buku 2027 berdasarkan PSPK sudah dapat memilih asurans sukarela. Bila kewajiban asurans berlaku pada periode 2029, laporan yang diasurans pertama kali akan terbit pada 2030. Waktu yang tersisa adalah tiga siklus pelaporan.
Apa yang Diterbitkan IAASB
Dokumen Sustainability Assurance Illustrative Reports disusun oleh staf IAASB dan bersifat tidak mengikat (non-authoritative). Isinya delapan contoh laporan asurans, Ilustrasi A sampai H, yang melengkapi empat contoh dalam Lampiran 3 ISSA 5000. Setiap ilustrasi dibuka dengan pola fakta (fact pattern), yaitu uraian keadaan perikatan, lalu diikuti teks laporan yang menjawab keadaan itu. Dokumen ditutup dengan 18 catatan penjelasan (explanatory notes) yang merujuk pada paragraf ISSA 5000.
Delapan contoh itu mencakup asurans terbatas (A, C, D, G, H), asurans memadai (B, F), dan gabungan keduanya (E); entitas tercatat dan tidak tercatat; laporan berbasis IFRS S1 dan S2, berbasis undang-undang nasional, dan berbasis dua kerangka sekaligus; lingkup seluruh laporan dan lingkup pengungkapan terpilih; serta lima kesimpulan bersih dan tiga kesimpulan yang dimodifikasi, yaitu dengan pengecualian (F), tidak memberikan kesimpulan (G), dan tidak wajar (H).
Bagi praktisi, dokumen ini adalah acuan redaksi. Bagi perusahaan, dokumen ini adalah cermin: apa yang akan ditulis pihak independen tentang laporan keberlanjutan mereka.
Cara Membaca Laporan Asurans
Laporan asurans ISSA 5000 umumnya hanya tiga sampai lima halaman. Paragraf 190 ISSA 5000 menetapkan unsur-unsurnya. Berikut bagian yang paling perlu dicermati pembaca, dalam urutan yang biasanya muncul di laporan.
Paragraf kesimpulan.
Bagian ini memberi tahu tiga hal sekaligus: tingkat asurans, lingkup, dan kriteria. Tingkat asurans dikenali dari kata yang dipakai. Asurans terbatas memakai kata "kesimpulan" dan rumusan negatif, yaitu "tidak ada hal yang menarik perhatian kami yang menyebabkan kami percaya bahwa laporan tidak disajikan secara wajar". Asurans memadai memakai kata "opini" dan rumusan positif, yaitu "menurut opini kami, laporan disajikan secara wajar". Lingkup disebut dengan nomor halaman atau daftar pengungkapan. Ilustrasi C menunjukkan laporan yang lingkupnya hanya lima pengungkapan: tata kelola keberlanjutan, manajemen risiko keberlanjutan, emisi Cakupan 1, dan emisi Cakupan 2 berbasis lokasi dan berbasis pasar. Bagian lain laporan keberlanjutan tidak diasurans. Kriteria disebut di akhir kalimat, misalnya "sesuai IFRS Sustainability Disclosure Standards".Dasar kesimpulan.
Memuat pernyataan bahwa perikatan dilakukan sesuai ISSA 5000, pernyataan independensi menurut Kode Etik IESBA, pernyataan bahwa kantor praktisi menerapkan ISQM 1, dan pernyataan bahwa bukti yang diperoleh cukup dan tepat. Untuk asurans terbatas, ada tambahan satu kalimat yang perlu dibaca pengguna: prosedurnya lebih sedikit dan tingkat keyakinannya jauh lebih rendah daripada asurans memadai.Paragraf penekanan suatu hal dan hal lain.
Keduanya bukan modifikasi kesimpulan. Penekanan suatu hal (emphasis of matter) menyorot sesuatu yang sudah diungkapkan perusahaan. Ilustrasi A, B, dan E memakainya untuk ketidakpastian material kelangsungan usaha yang dapat memengaruhi asumsi informasi berwawasan ke depan. Paragraf hal lain (other matter) tentang informasi komparatif muncul bila angka pembanding tahun lalu tidak diasurans, diasurans dengan tingkat atau lingkup berbeda, atau diasurans oleh praktisi lain (EN6). Pada tahun-tahun pertama asurans di Indonesia, paragraf ini hampir pasti akan muncul di sebagian besar laporan.Informasi lain.
Bila laporan keberlanjutan dimuat dalam laporan tahunan, bagian lain laporan tahunan menjadi "informasi lain". Praktisi tidak memberi kesimpulan atasnya, tetapi wajib membacanya untuk mencari ketidakkonsistenan material dengan laporan keberlanjutan. Pada Ilustrasi C, bagian laporan keberlanjutan yang tidak diasurans juga masuk kategori ini. Pernyataan "kami tidak memiliki hal yang perlu dilaporkan" di bagian ini berarti praktisi tidak menemukan ketidakkonsistenan, bukan bahwa bagian itu diasurans.Keterbatasan bawaan.
Paragraf 190(g) ISSA 5000 mewajibkan praktisi menguraikan keterbatasan bawaan yang signifikan dalam pengukuran informasi keberlanjutan. Contoh dalam dokumen: informasi berwawasan ke depan dalam rencana transisi yang memakai asumsi hipotetis, ketidakpastian estimasi emisi Cakupan 3, dan ketidakpastian faktor emisi gas rumah kaca. EN8 menegaskan bahwa bagian ini menguraikan keterbatasan yang dihadapi manajemen, bukan keterbatasan pekerjaan praktisi, dan tetap ditulis walaupun manajemen tidak mengungkapkannya. Pembaca sebaiknya tidak membaca bagian ini sebagai temuan negatif.Ringkasan pekerjaan.
Hanya ada pada asurans terbatas. EN9 menjelaskan alasannya: tingkat keyakinan asurans terbatas bervariasi, sehingga pengguna perlu tahu prosedur apa yang dilakukan. Dokumen mengingatkan agar ringkasan tidak dibesar-besarkan dan tidak memberi kesan prosedur itu disepakati dengan manajemen. Pembaca dapat memakai bagian ini untuk menilai seberapa dalam pemeriksaan dilakukan atas pengungkapan yang mereka anggap penting.Nama pemimpin perikatan.
Untuk entitas tercatat, paragraf 191 ISSA 5000 mewajibkan nama pemimpin perikatan dicantumkan, kecuali bila hal itu menimbulkan ancaman keamanan pribadi yang signifikan.Pilihan kata "disajikan secara wajar" atau "disusun sesuai".
Catatan penjelasan EN1 menerangkan bahwa pilihan ini ditentukan jenis kriteria. IFRS S1 dan S2 adalah kriteria penyajian wajar (fair presentation), karena IFRS S1 paragraf 15 mewajibkan pengungkapan tambahan bila ketentuan spesifik belum cukup bagi pengguna. Undang-undang atau peraturan nasional umumnya adalah kriteria kepatuhan (compliance), sehingga kesimpulannya berbunyi "disusun sesuai". Karena PSPK 1 dan PSPK 2 merujuk pada IFRS S1 dan S2, laporan berbasis PSPK kemungkinan besar akan menerima kesimpulan "disajikan secara wajar". Penentuan akhir tetap menjadi penilaian praktisi.
Bila Kesimpulan Dimodifikasi
Tiga ilustrasi terakhir memperlihatkan laporan yang tidak bersih. Paragraf 203 dan 204 ISSA 5000 menjadi dasarnya.
Pada kesimpulan dengan pengecualian (Ilustrasi F), praktisi tidak memperoleh bukti yang cukup atas satu hal yang material tetapi tidak pervasif. Opini berbunyi "kecuali untuk kemungkinan dampak dari hal yang diuraikan". Uraian hal itu ditempatkan paling atas di bagian dasar opini.
Pada tidak memberikan kesimpulan (Ilustrasi G), bukti tidak cukup dan dampaknya material sekaligus pervasif. Laporan ini mudah dikenali: kalimat pembukanya "kami ditugaskan untuk melakukan", bukan "kami telah melakukan"; tidak ada ringkasan pekerjaan; dan tidak ada bagian informasi lain. EN12 memberi contoh pemicu, antara lain data bebas deforestasi untuk lokasi yang menyumbang 80 persen pendapatan tidak dapat didukung bukti.
Pada kesimpulan tidak wajar (Ilustrasi H), praktisi menemukan salah saji material dan pervasif yang tidak dikoreksi manajemen. Kesimpulannya berbunyi laporan "tidak disusun sesuai" kriteria. Contoh pemicu menurut EN12: pengungkapan wajib dihilangkan karena sistem tidak siap, atau perusahaan diwajibkan melakukan asesmen materialitas ganda tetapi tidak menyelesaikannya dan memakai standar lain.
EN5 menegaskan bahwa paragraf penekanan suatu hal tidak boleh dipakai sebagai pengganti modifikasi. Bila bukti tidak cukup atau laporan salah saji secara material, kesimpulan harus dimodifikasi.
Yang Dapat Disiapkan dalam Tiga Siklus Pelaporan
Membaca delapan contoh ini dari sudut pandang penyusun laporan menghasilkan daftar persiapan yang cukup konkret.
Tentukan kriteria pelaporan sejak sekarang. Kriteria menentukan bunyi kesimpulan dan prosedur praktisi. Perusahaan yang beralih ke PSPK pada 2027 perlu memastikan laporan 2027 memang disusun berdasarkan PSPK, bukan sekadar menyebutnya.
Tuliskan dasar penyusunan untuk angka yang sulit diukur. Emisi Cakupan 3, faktor emisi, dan penggunaan mekanisme proporsionalitas IFRS S1 dan S2 akan disebut praktisi di bagian keterbatasan bawaan. Bila perusahaan sudah mengungkapkannya, praktisi tinggal merujuk.
Lengkapi informasi berwawasan ke depan dengan tujuan dan asumsi. Contoh laporan secara tegas meminta praktisi menyebut tujuan penyusunan rencana transisi. Perusahaan perlu menyatakannya lebih dahulu.
Bangun jejak bukti untuk angka pembanding. Angka tahun berjalan akan menjadi angka pembanding tahun berikutnya. Praktisi perlu tahu apakah angka itu pernah diasurans, oleh siapa, dan pada tingkat apa.
Samakan angka antarbagian laporan tahunan. Laporan keuangan, sambutan direksi, dan laporan keberlanjutan akan dibaca bersama. Perbedaan angka emisi antara ringkasan direksi dan tabel kinerja adalah ketidakkonsistenan yang akan dipersoalkan.
Putuskan lingkup dengan sadar. Asurans atas pengungkapan terpilih lebih murah, tetapi laporan asurans akan menyebut bagian lain sebagai tidak diasurans. Pengguna laporan akan membacanya.
Uji kesiapan sistem data sebelum perikatan pertama. Sebagian besar pemicu kesimpulan tidak wajar dan tidak memberikan kesimpulan dalam EN12 berasal dari sistem yang tidak mampu menyediakan data atau bukti.
Kesimpulan
Panduan ilustratif IAASB memberi perusahaan sesuatu yang biasanya baru terlihat setelah perikatan selesai: bentuk laporan asurans yang akan diterbitkan atas laporan keberlanjutan mereka, lengkap dengan bagian keterbatasan, informasi yang tidak diasurans, dan tiga kemungkinan kesimpulan yang dimodifikasi. Dengan PSPK berlaku 1 Januari 2027 dan kewajiban asurans sedang disiapkan OJK, perusahaan memiliki sekitar tiga siklus pelaporan untuk menyiapkan kriteria, dasar penyusunan, asumsi, dan sistem data. Membaca delapan contoh ini sekarang jauh lebih murah daripada membaca laporan asurans dengan pengecualian nanti.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apakah perusahaan sudah harus diasurans pada 2027?
Belum ada kewajiban. POJK 51/2017 tidak mewajibkan asurans, dan perubahan atas POJK tersebut masih berstatus rancangan. Menurut IAPI, rancangan itu mewajibkan asurans terbatas bagi entitas Kelompok 1 mulai periode 2029. Perusahaan boleh memilih asurans sukarela lebih awal, dan ISSA 5000 mengizinkan penerapan dini.
2. Bagaimana mengetahui tingkat asurans dari laporannya?
Dari pilihan kata di paragraf kesimpulan. Asurans terbatas memakai kata "kesimpulan" dan rumusan "tidak ada hal yang menarik perhatian kami". Asurans memadai memakai kata "opini" dan rumusan "menurut opini kami". Asurans terbatas juga memuat bagian ringkasan pekerjaan yang tidak ada pada asurans memadai.
3. Apakah bagian "keterbatasan bawaan" berarti laporan perusahaan bermasalah?
Tidak. Bagian ini diwajibkan paragraf 190(g) ISSA 5000 bila ada keterbatasan signifikan dalam pengukuran informasi keberlanjutan, misalnya emisi Cakupan 3 atau rencana transisi. Keterbatasan itu melekat pada jenis informasinya, bukan pada mutu laporan. Bagian ini tetap ditulis walaupun kesimpulannya bersih.
4. Bila hanya sebagian laporan yang diasurans, bagaimana pengguna mengetahuinya?
Paragraf kesimpulan menyebut daftar pengungkapan yang diasurans, dan bagian informasi lain menyatakan bahwa bagian laporan keberlanjutan di luar daftar itu tidak diasurans. Ilustrasi C menunjukkan pola ini. Perusahaan perlu mempertimbangkan bagaimana pembaca akan menafsirkan pernyataan tersebut.
5. Apa perbedaan "tidak memberikan kesimpulan" dan "kesimpulan tidak wajar"?
Keduanya terjadi bila dampaknya material dan pervasif. Tidak memberikan kesimpulan (disclaimer) berarti praktisi tidak memperoleh bukti yang cukup, sehingga tidak dapat menyatakan apa pun tentang laporan. Kesimpulan tidak wajar (adverse) berarti praktisi memperoleh bukti dan menemukan laporan salah saji secara material, tetapi manajemen tidak mengoreksinya.
This article is also available in English. Switch to English